Assalamu Alaikum Semua
Nama saya Azizah Rahman.Saya seorang guru,tepatnya guru bahasa inggris.Sudah sepuluh tahun lebih saya mengabdikan diri di dunia pendidikan.Saya memulai tugas pertama kali sebagai guru agama di sebuah Madrasah swasta dengan honor yang sangat sangat minim,tepat jumlahnya saya lupa.Saya memang tidak pernah membaca strok honor yang saya terima.Saya hanya ingin mengajar dengan baik dan membuat anak didik saya pandai.Untuk memenuhi kebutuhan pribadi pada sore harinya saya mengajar les privat.
Pada tahun 2002 saya mulai bertugas sebagai guru bahasa inggris di sebuah sekolah islam tingkat pertama.Di sini saya semakin mencintai dunia pendidikan.Kebahagiaan saya tidak bisa di ungkapkan saat beberapa anak didik saya mendapat nilai terbaik untuk bidang studi bahasa inggris.Selain menjadi guru bahasa inggris saya juga membina kegiatan ekstra kurikuler.Di sini saya semakin larut dalam pembinaan anak-anak,uang honor saya hampir-hampir hanya habis untuk mereka.Saya tidak pernah berpikir ada yang tidak suka dengan kegiatan-kegiatan yang saya lakukan.yang saya tahu teman-teman saya sesamu guru selalu setuju dan mensuport setiap proposal kegiatan yang saya ajukan ke kepala sekolah.
Sampai pada suatu pagi salah seorang anak pemilik yayasan memanggil saya dengan raut wajah kurang bersahabat dan bahkan jauh dari kata sopan untuk ukuran orang yang berpendidikan.Saya menghadap dengan gaya cuek dan tertap mengulurkan tangan untuk bersalaman walau tidak bersambut.Inti dari pemanggilan ini menurutnya pihak yayasan tidak suka dengan tindakan saya,Dan yang sangat menyakitkan dia menuduh saya mengutip uang dari anak untuk setiap kegiatan yang kami lakukan.Saat itu ingin rasanya saya tampar itu orang tetapi sekuat tenaga saya menahan diri.Saya harus bertahan hingga akhir tahun pelajaran karena terlanjur sebagai kordinator acara tour siswa kelas tiga.Saya selalu bekerja dengan total dan ikhlas tetapi menghadapi masalah seperti ini dan merasa tidak di hargai tetap saja sakit hati.
Acara Tour akhir tahun siswa kelas tiga berjalan dengan baik walaupun ada sedikit masalah.Saya menutupi masalah saya dengan yayasan.Tak seorangpun teman-teman sesama guru mengetahuinya.Saya berusaha tersenyum di hadapan wajah-wajah masam pihak yayasan.Saya tetap ikut hiking.Semua bisa di lewati dengan baik.
Semua sudah selesai,saya memantapkan diri untuk mengundurkan diri dari tugas sebagai guru di yayasan tempat saya mengajar walaupun sakit rasanya berpisah dari anak-anak.
Awal Tahun ajaran baru 2005 praktis saya berhenti sebagai guru karena saya memang belum tahu akan mengajar di mana.Tetapi saya jadi pengangguran hanya tiga hari saja.tepat pada hari keempat saya menganggur saya kedatangan tamu yaitu salah seorang orang tua murid yang anaknya dekat dengan saya.Bapak ini meminta saya untuk menjadi kepala sekolah di sekolah yang di kelola oleh Yayasan keluarganya.Yang membuat saya berpikir dua kali untuk menerima tawaran ini karena yayasan ini sudah kolaps alias sekarat,hidup segan mati tak mau.Namun banyak yang mensuport saya untuk menerimanya.Menurut mereka ini saatnya saya menunjukkan potensi saya.
Dengan setengah hati akhirnya saya menjadi kepala sekolah.Sungguh keadaan sekolah ini tidak pernah terlintas di pikiran saya,sangat menyedihkan.Gedung sekolah ini lebih layak di sebut gudang rongsokan.Lantai dan plafonnya rusak parah.Bagaimana bisa di jakarta ini masih ada sekolah macam ini.Administrasi sekolah ini malah lebih menyedihkan lagi,kasnya kosong bahkan berhutang.Sungguh saya memikul beban berat tapi saya hadapai ini sebagai tantangan untuk berkarya.bersambung.........
Jumat, 11 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar